Indonesia masih mengandalkan armada F-16 buatan AS.
33 unit F-16 memperkuat Indonesia saat ini.
Dari 33 unit F-16 itu masih ada yang versi awal paling standar yakni Block 15 OCU.
Secara bertahap Indonesia tengah mengupgrade F-16 A/B Block 15 OCU ke varian di atasnya.
Indonesia mengupgrade F-16 dari zaman Orde Baru itu dengan nama program Falcon STAR-eMLU.
Proses upgrade dilakukan sepenuhnya di dalam negeri.
Pada 9 Januari 2023 diserahterimakan salah stau F-16 upgrade ke Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi.
"Pesawat Tempur F-16 dengan tail number TS-1612 yang merupakan pesawat ke-7 dari program Falcon STAR-eMLU yang dikerjakan oleh Skadron Teknik 042 Lanud Iswahjudi siap mengudara dan perkuat Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi," jelas TNI AU.
Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Irwan Pramuda berharap proses upgrade ini nantinya akan menambah kemampuan Skadron 3 menjalankan tugasnya.
"Pesawat ini akan menambah kekuatan operasional Skadron Udara 3 yang nantinya akan menambah kemampuan tempur Lanud Iswahjudi dengan segala kelebihan yang didapat dari upgrade melalui program Falcon STAR-eMLu ini," jelasnya.
Bagi Indonesia, mampu melakukan upgrade F-16 sepenuhnya di dalam negeri berdampak luar biasa.
Proses ini meningkatkan SDM dan Factory Level Indonesia ke babak baru.
"Melalui Falcon STAR-eMLU ini selain service life dan kemampuan avionic serta persenjataan pesawat yang meningkat secara signifikan, program ini memberikan benefit lain yakni peningkatan kemampuan SDM, khususnya kemandirian para teknisi dalam melaksanakan pemeliharaan hingga tingkat berat dan bahkan hingga factory level," jelas TNI AU.
AS memang menjadikan F-16 sebagai dagangan utama alutsistanya.
Sampai detik ini, alutsista AS yang paling banyak diproduksi ialah F-16.
F-16 diekspor ke 25 negara di dunia dengan total jumlah produksi sejak tahun 1976 mencapai 4000 unit.
Negara pemilik F-16 versi standar seperti Indonesia tak perlu khawatir soal suku cadang karena selama puluhan tahun kedepan ia masih eksis di dunia.
Belum lama ini AS akan menjual lagi paket F-16 sekaligus modernisasi ke Turki.
" Pemerintahan Presiden AS Joe Biden memberi tahu Kongres pada Senin tentang rencana penjualan peningkatan perangkat lunak avionik ke Turki untuk armada pesawat tempur F-16 saat ini, sebuah kesepakatan senilai hingga $259 juta.
Kesepakatan itu, pertama kali dilaporkan oleh Reuters pada Senin pagi, berlanjut dengan penjualan paket modernisasi untuk pesawat Turki, setelah para pemimpin komite kongres AS memberikan persetujuan informal," jelas Reuters pada 18 April 2023.
AS memang tengah menjalin hubungan pertahanan erat dengan Turki.
Meski berselisih soal F-35, diyakini AS kaan tetap menjual paket F-16 tambahan ke Turki.
"Turki adalah sekutu NATO yang telah lama dan dihargai.
Pemerintahan Biden mendukung upaya Turki untuk meningkatkan standar avionik armada F-16," jelas Departemen Luar Negeri AS.
Alasan kenapa Turki melakukan hal ini karena menyadari F-16 nya ketinggalan zaman sehingga tak bisa menyesuaikan dengan teknologi terkini NATO.
"Juru bicara mencatat bahwa pemutakhiran akan meningkatkan interoperabilitas antara sistem Turki dan NATO dengan memperbarui komunikasinya dan juga memberikan pemutakhiran untuk meningkatkan langkah-langkah keselamatan seperti sistem penghindaran tabrakan.
Kesepakatan modernisasi F-16 mengikuti Turki menyetujui aksesi Finlandia ke aliansi militer NATO dan tanda-tanda meredanya ketegangan antara Turki dan tetangga Yunani menjelang pemilihan Turki bulan depan," ungkapnya.
Memang interoperabilitas menjadi faktor penentu kemenangan dalam perang.
Jika tak mau ketinggalan, F-16 Indonesia harus diupgrade ke titik tertinggi supaya bisa berkomunikasi dengan unsur tempur lainnya.
Karena Military Watch Magazine pada 21 Juli 2023 melaporkan bahwa F-16 Indonesia merupakan versi paling tidak mampu dan jelek yang diekspor AS ke sini.
"F-16 yang dipasok Amerika (ke Indonesia) dianggap sebagai yang paling tidak mampu di dunia karena sebagian besarkurangnya kemampuan udara ke udara di luar jangkauan visual.
Upaya Indonesia untuk memodernisasi armadanya telah digagalkan tidak hanya oleh kontrol ketat pada jenis aset yang diizinkan untuk dibeli dari Amerika Serikat," jelasnya.
Kini apakah Indonesia akan meningkatkan F-16 nya ke Block 72 Viper?*







0 comments:
Posting Komentar