Berita Update Indonesia

Kamis, 27 Juli 2023

Faedah Ikhlas (3)


 

*5. Sebab dikabulkannya doa*

Di antara faedah keikhlasan yang ke-5, ikhlas merupakan sebab dikabulkannya doa dan dihilangkan kesulitan. Dalam hadits yang masyhur, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bercerita ada tiga orang berjalan di antara orang-orang shalih.

فَأَصَابَهُمُ الْمَطَرُ

“Kemudian mereka ditimpa dengan hujan.” Karena hujan, maka mereka pun masuk dalam Gua di bawah sebuah gunung untuk menghindari hujan.

فَانْحَطَّتْ عَلَيْهِمْ صَخْرَةٌ‏

“Tiba-tiba ada batu besar jatuh lantas menutupi pintu Gua tersebut.” Mereka tidak keluar. Maka akhirnya sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain:

ادْعُوا اللَّهَ بِأَفْضَلِ عَمَلٍ عَمِلْتُمُوهُ‏

“Hendaknya kalian berdoa dengan berwasilah kepada amalan yang terbaik yang pernah kalian lakukan.” Maka salah seorang dari mereka berkata:

اللَّهُمَّ، إِنِّي كَانَ لِي أَبَوَانِ شَيْخَانِ كَبِيرَانِ

“Ya Allah, dulu aku punya dua orang tua yang sudah tua, orang tuaku dua-duanya sudah jompo, sudah sangat tua.”

فَكُنْتُ أَخْرُجُ فَأَرْعَى، ثُمَّ أَجِيءُ فَأَحْلُبُ، فَأَجِيءُ بِالْحِلاَبِ فَآتِي بِهِ أَبَوَىَّ فَيَشْرَبَانِ، ثُمَّ أَسْقِي الصِّبْيَةَ وَأَهْلِي وَامْرَأَتِي

“Dan aku keluar menggembala, kemudian aku kembali, lalu aku memerah susu, lalu aku datangkan susu tersebut untuk aku berikan kepada kedua orang tuaku. Lalu keduanya minum, baru setelah itu aku berikan susu kepada anak-anakku dan istriku serta keluargaku.”
“Maka suatu hari, aku tertahan, aku tidak bisa pulang cepat. Sehingga akhirnya ketika aku pulang di malam hari, mereka sudah tidur.”
Biasanya waktu sore dikasih susu, ternyata dia terlambat datang karena ada sesuatu, sehingga ketika dia pulang ke rumah kedua orang tuanya sudah dalam kondisi tidur.

فَكَرِهْتُ أَنْ أُوقِظَهُمَا، وَالصِّبِيْةُ يَتَضَاغَوْنَ عِنْدَ رِجْلَىَّ

“Aku tidak suka atau tidak enak membangunkan mereka berdua sementara mereka berdua sudah tidur. Sementara anak-anakku, mereka menangis di kedua kakiku.”

فَلَمْ يَزَلْ ذَلِكَ دَأْبِي وَدَأْبَهُمَا، حَتَّى طَلَعَ الْفَجْرُ

“Begitulah kondisiku dengan kondisi mereka sampai terbit fajar.”

Jadi orang ini ingin membangunkan orang tuanya tapi dia tidak enak. Kalau dia bangunkan khawatir orang tuanya lagi tidur terganggu. Sehingga dia berdiri di situ terus menunggu orang tuanya kapan orang tuanya terjaga. Mungkin jam 1 malam, mungkin jam 2 malam, mungkin jam 3 malam, maka dia akan langsung berikan susu. Karena khawatir kedua orang tuanya kelaparan. Ternyata kedua orang tuanya tidak bangun kecuali subuh.

Bayangkan semalam suntuk dia tunggu di situ ternyata orang tuanya tidak bangun. Sementara anaknya menangis dia tidak peduli, yang penting kedua orang tuanya terlebih dahulu. Kemudian dia berkata:

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا فُرْجَةً نَرَى مِنْهَا السَّمَاءَ‏

“Ya Allah, jika memang aku mengerjakannya karena mengharap wajahmu (karena ikhlas), maka bukalah bagi kami pintu Gua sehingga kami bisa melihat langit.”

Tiba-tiba batu penutup yang menuntup Gua tersebut bergeser, mereka sudah bisa melihat langit tapi mereka belum bisa keluar. Akhirnya yang kedua berdoa, dia berkata:

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي كُنْتُ أُحِبُّ امْرَأَةً مِنْ بَنَاتِ عَمِّي

“Ya Allah, sungguh Engkau tahu, bahwasanya aku dulu pernah mencintai seorang wanita yang termasuk dari sepupuku (salah seorang dari putri-putri pamanku).”

كَأَشَدِّ مَا يُحِبُّ الرَّجُلُ النِّسَاءَ

“Yaitu cintaku sangat luar biasa,” yaitu sebesar-besarnya cinta seorang lelaki kepada wanita.

فَقَالَتْ لاَ تَنَالُ ذَلِكَ مِنْهَا حَتَّى تُعْطِيَهَا مِائَةَ دِينَارٍ

Dalam riwayat disebutkan bahwasanya wanita ini selalu menolak dan tidak memenuhi keinginan lelaki ini. Sampai suatu hari wanita ini mengalami kesulitan kemudian dia minta uang. Dia mengatakan: “Kalau kau memberikan aku uang, maka aku akan serahkan diriku kepadamu.” Maka akhirnya:

فَسَعَيْتُ فِيهَا حَتَّى جَمَعْتُهَا

“Akupun berusaha dan aku mengumpulkan uang 100 dinar.”

1 dinar adalah 1/4 gram emas kalau dikonversi sekarang, berarti 425 gram emas, hampir 1/5 kg emas, jumlah yang banyak.

فَلَمَّا قَعَدْتُ بَيْنَ رِجْلَيْهَا

“Sebagaimana dia janjikan untuk menyerahkan dirinya kepadaku jika aku sudah mengumpulkan uang.”
Akhirnya benar dia menyerahkan dirinya kepadaku dan aku pun sudah duduk di antara dua kakinya untuk menzinahinya, tiba wanita itu berkata:

اتَّقِ اللَّهَ، وَلاَ تَفُضَّ الْخَاتَمَ إِلاَّ بِحَقِّهِ

“Wahai Fulan, bertakwalah kepada Allah dan jangan kau membuka cincin (jangan engkau menggauliku) kecuali dengan haknya (yaitu harus menikah dahulu).”

فَقُمْتُ وَتَرَكْتُهَا

“Aku pun berdiri lalu aku meninggalkan wanita ini,” padahal dia sangat mencintai wanita ini.

فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ

“Ya Allah, kalau Kau tahu bahwasanya aku melakukan hal ini karena mengharap wajahMu.”

Yaitu kalau Kau tahu aku ikhlas ketika meninggalkan wanita itu padahal sudah di depan mata tinggal aku gauli, dia sudah menyerahkan dirinya, tapi aku tinggalkan dirinya karena Engkau Ya Allah.

فَافْرُجْ عَنَّا فُرْجَةً،

“Maka bukalah pintu Gua.”

Maka akhirnya pintu Gua terbuka, masih 2/3 dan mereka belum bisa keluar. Lalu orang ketiga berdoa:

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي اسْتَأْجَرْتُ أَجِيرًا بِفَرَقٍ مِنْ ذُرَةٍ فَأَعْطَيْتُهُ، وَأَبَى ذَاكَ أَنْ يَأْخُذَ، فَعَمَدْتُ إِلَى ذَلِكَ الْفَرَقِ، فَزَرَعْتُهُ حَتَّى اشْتَرَيْتُ مِنْهُ بَقَرًا وَرَاعِيَهَا، ثُمَّ جَاءَ

“Ya Allah, dulu aku pernah memiliki pekerja dan aku menggajinya dengan sekitar 3 sha’ jagung (kira-kira 9 kg), lalu aku berikan gajinya kepada tapi dia enggan, dia tidak mau mengambil dulu gajinya. Maka dia pun pergi. Lalu aku pun menanami jagung yang merupakan gajinya tersebut. Aku tanam sehingga kemudian banyak hasilnya. Sampai aku bisa membeli sapi dan juga aku bisa membeli penggembala sapinya (mungkin budak dia beli). Sampai akhirnya dia memiliki hasil yang banyak gara-gara upah yang diolah olehnya tersebut. Ada sapi yang banyak, ada unta yang banyak, ada kambing yang banyak. Maka akhirnya setelah sekian tahun, akhirnya datang orang ini. Kemudian dia berkata:”

يَا عَبْدَ اللَّهِ أَعْطِنِي حَقِّي

“Wahai Abdullah, mana gajiku?”

فَقُلْتُ انْطَلِقْ إِلَى تِلْكَ الْبَقَرِ وَرَاعِيهَا، فَإِنَّهَا لَكَ

“Aku berkata: ‘Pergilah ke sapi tersebut dan penggembalanya -demikian juga dalam riwayat yang lain, lihat itu unta-unta, kemudian sapi-sapi, kambing-kambing- itu adalah milikmu semua.’” Maka orang ini berkata:

أَتَسْتَهْزِئُ بِ

“Engkau mengejekku?” Karena dia tahu gajinya cuma sekitar 9 kg jagung. Kenapa tiba-tiba berubah menjadi unta, kambing dan sapi yang banyak?

فَقُلْتُ مَا أَسْتَهْزِئُ بِكَ وَلَكِنَّهَا لَكَ

“Aku berkata: ‘Aku tidak mengejekmu, itu semua milikmu.’” Maka kemudian orang ini berkata:

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُ ذَلِكَ ابْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَافْرُجْ عَنَّا‏.‏ فَكُشِفَ عَنْهُمْ

“Ya Allah, jika Kau tahu aku melakukannya karena mengharap wajah-Mu (karena ikhlas), maka bukalah pintu Gua.”

Maka akhirnya pintu Gua terbuka, akhirnya mereka berjalan bertiga keluar dari Gua tersebut. Orang ketiga ini juga sangat menakjubkan. Bagaimana dia mengolah harta orang tersebut dan dia berniat mengolah harta orang tersebut yang cuma sedikit. Dan yang tahu niat dia hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian setelah bertahun-tahun, mungkin entah berapa tahun sampai kemudian berubah menjadi sapi, menjadi kambing, menjadi unta, ini butuh waktu yang lama. Kemudian datang orang tersebut meminta gajinya. Kalau niatnya buruk, dia akan bilang: “Gajimu cuma segini, 9 kg jagung.” Tapi ternyata tidak, dia jujur, dia tulus karena dia niatkan mengolah harta ini untuk pekerjanya tersebut. Maka dia bilang: “Ambil seluruhnya.” Orang ini pun mengambil semuanya tidak disisakan satu kambing pun, satu unta pun, satu sapi pun kepada dia sebagai tanda terima kasih, diambil seluruhnya. Ini berat. Maka dia berkata:

“Ya Allah, jika aku melakukan ini ikhlas karena Engaku Ya Allah, maka bukalah pintu Gua,” dan ternyata Allah buka. Ternyata mereka bertiga adalah orang-orang yang ikhlas, mereka bertawasul dengan amal shalih mereka yang ikhlas. Akhirnya doa mereka dikabulkan.

Share:

Faedah Ikhlas (2)


 

*4. Membantu mewujudkan cita-cita*

Di antara faedah keikhlasan yang ke-4 adalah membantu mewujudkan cita-cita.
Banyak orang yang memiliki cita-cita yang mulia, namun betapa sering cita-cita mereka kandas di tengah jalan dan tidak berhasil. Tentu banyak sebab yang membuat dia tidak berhasil. Namun bisa jadi di antaranya adalah kurang tulusnya niat atau kurang ikhlasnya niat. Barangsiapa yang memiliki cita-cita yang mulia dan dia benar-benar tulus dan ikhlas kepada Allah, maka Allah akan mudahkan dia meraih cita-citanya.

Di antaranya disebutkan dalam satu hadits, ada seorang Arab badui datang menemui Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam kemudian dia beriman kepada Nabi dan mengikuti Nabi. Kemudian dia berkata:

أُهَاجِرُ مَعَكَ

“Ya Rasulullah, aku berhijrah bersamamu.”

Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mewasiatkan kepada sebagian sahabatnya untuk memperhatikan orang Arab Badui ini.

فَلَمَّا كَانَتْ غَزْوَةٌ

“Tatkala terjadi peperangan,”

غَنِمَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم شيئاً

“Maka Nabi mendapatkan ghanimah.”

فَقَسَمَ وَقَسَمَ لَهُ

“Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membagikan ghanimah tersebut kepada para mujahidin dan dia juga dapat bagian.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan kepada para sahabat bagian Arab Badui ini dari harta ghanimah.
Kebetulan,

وَكَانَ يَرْعَى ظَهْرَهُمْ

Orang Arab Badui ini menjaga bagian belakang, maka dia terlambat datang karena dia menjaga bagian belakang pasukan.

فَلَمَّا جَاءَ دَفَعُوهُ إِلَيْهِ فَقَالَ : مَا هَذَا؟

Tatkala dia datang, maka para sahabat memberikan jatah ghanimahnya kepada Arab Badui ini karena dia ikut perang. Maka dia berkata: “Apa ini?”

Para sahabat berkata:

قِسْمٌ قَسَمَهُ لَكَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم

“Ini bagianmu yang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sudah memberikan jatahmu.”

فَأَخَذَهُ فَجَاءَ بِهِ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

“Maka dia pun mengambil jatah ghanimahnya lantas dia datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Dan dia berkata:

مَا هَذَا؟

“Apa ini Ya Rasulullah?”

Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

قَسَمْتُهُ لَكَ

“Aku bagi untukmu, itu jatah ghanimahmu.”

Maka orang Arab Badui ini berkata:

مَا عَلَى هَذَا اتَّبَعْتُكَ

“Aku ikut engkau Ya Rasulullah, bukan untuk mendapatkan ghanimah ini.”

وَلَكِنِّي اتَّبَعْتُكَ عَلَى أَنْ أُرْمَى إِلَى هَا هُنَا – وَأَشَارَ إِلَى حَلْقِهِ بِسَهْمٍ –

“Tapi aku ikut engkau Ya Rasulullah, agar aku dipanah lewat sini -Yaitu dia memberi isyarat kepada lehernya-”
Yaitu maksudnya: “Aku ingin dipanah oleh anak panah dan masuk di kerongkonganku.”

فَأَمُوتَ فَأَدْخُلَ الْجَنَّةَ

“Lalu aku mati syahid, lalu aku masuk surga.”
Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata mengomentari perkataan Arab Badui ini:

إِنْ تَصْدُقِ اللَّهَ يَصْدُقْكَ

“Kalau kau tulus, kalau kau ikhlas di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah akan mewujudkan cita-citamu.”

فَلَبِثُوا قَلِيلاً ثُمَّ نَهَضُوا فِي قِتَالِ الْعَدُوِّ

“Kemudian para sahabat terdiam sebentar, kemudian mereka bangkit lagi untuk berperang melawan musuh.” Kemudian ternyata orang ini meninggal dalam peperangan, mati syahid. Orang ini diangkat oleh para sahabat, dibawa ke hadapan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ternyata benar lehernya terkena anak panah sebagaimana yang diisyaratkan ke arah lehernya.

Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepada para sahabat:

أَهُوَ هُوَ

“Ini tadi Arab Badui yang tadi?”

Kata para sahabat:

“Iya benar Ya Rasulullah.”
Maka Nabi berkata:

صَدَقَ اللَّهَ فَصَدَقَهُ

“Dia telah tulus kepada Allah, dia ikhlas kepada Allah, dia benar dihadapan Allah, maka Allah pun membenarkan keinginannya.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun mengkafankan orang ini dengan jubah Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun menyalatkannya.
Inilah orang yang berniat tulus, maka niatnya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hadits ini hadits riwayat Imam An-Nasa’i dan dishahihkan oleh Syaikh Albani Rahimahullaahu Ta’ala dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib nomor 1336.

Dan ini pelajaran bagi kita. Kalau kita punya cita-cita yang baik, maka tuluskan niat kita ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah memudahkan kita untuk bisa mewujudkan cita-cita kita yang terbaik.

Share:

Faedah Ikhlas (1)



 Ikhlas adalah ibadah yang agung dan ibadah yang berat, perlu perjuangan untuk bisa meraihnya. Kalaupun kita sudah meraihnya, juga perlu perjuangan untuk menjaganya._

Faedah bagi orang yang ikhlas, yaitu :

*1. Terjaga dari fitnah wanita*

Orang yang ikhlas akan terjaga dari fitnah wanita. Dan ini sebagaimana yang pernah dialami oleh Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam ketika dia digoda oleh wanita yang sangat cantik jelita yang konon namanya adalah Zulaikha yang terkumpul padanya kecantikan, kemudian di dalam kamar yang tertutup, tidak ada yang melihat. Namun Yusuf ‘Alaihis Salam bisa selamat.

Kata Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَن رَّأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ ﴿٢٤﴾

“Sungguh Zulaikha sudah sangat berhasrat kepada Yusuf dan Yusuf ‘Alaihis Salam juga sudah timbul hasrat. Kalau bukan karena Yusuf ‘Alaihis Salam melihat petunjuk dari Rabbnya, tentu dia akan terjerumus. Demikianlah Kami ingin memalingkan keburukan perbuatan keji dari Yusuf…”

Kenapa Allah palingkan Nabi Yusuf ‘Alaihis Salam dari perbuatan keji, perbuatan zina?

…إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ ﴿٢٤

“Sesungguhnya Yusuf termasuk dari hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf[12]: 24)

Dalam sebagian qiroah:

…إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلِصِينَ ﴿٢٤

“Sesungguhnya Yusuf termasuk dari hamba-hamba Kami yang ikhlas.”

Dua qiraah ini tidak bertentangan. Yang pertama مُخْلَصِين (hamba yang terpilih), مُخْلِصِين karena dia ikhlas. Orang yang ikhlas akan terpilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karenanya jika seseorang selalu ikhlas dalam ibadahnya, selalu mengharap penilaian Allah, bukan mengharapkan penilaian manusia, disaat-saat genting tatkala fitnah benar-benar berkobar, Allah akan menyelamatkan diri sebagaimana Allah menyelamatkan Yusuf dari fitnah yang sangat besar, yaitu dari godaan Zulaikha yang sangat cantik jelita.

*2. Dinaungi oleh Allah pada hari kiamat*

Di antara faedah ikhlas adalah bahwa orang yang ikhlas akan dinaungi oleh Allah pada hari kiamat di padang Mahsyar ketika matahari jarak 1 mil dan tidak ada naungan kecuali naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan 7 golongan yang Allah naungi pada hari kiamat kelak ketika matahari jarak 1 mil dimana keringat manusia bercucuran. Di antara 7 golongan tersebut, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَهٍ، فَأخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ

“Seorang yang dia bersedekah dengan tangan kanannya kemudian dia sembunyikan sedekahnya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.”

Ini menunjukkan akan kuat keikhlasannya. Sampai-sampai anggota tubuhnya yang lain tidak tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanannya. Padahal kita tahu namanya tangan kiri dan tangan kanan selalu berdua-duaan, selalu bekerjasama dalam bekerja, apa yang dilakukan tangan kanan maka tangan kiri pasti tahu. Tapi ketika tangan kanan bersedekah, saking dia menyembunyikan sedekahnya, saking ikhlasnya, sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanannya. Apa akibatnya di akhirat karena keikhlasan yang luar biasa ini? Maka Allah naungi dia pada hari kiamat di bawah naungan yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kemudian juga di antara 7 golongan tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

رَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Seorang yang mengingat Allah tatkala dia sedang bersendirian (tidak di hadapan orang banyak), kemudian dia mengingat Allah, dia memikirkan keagungan Allah, dia takut kepada Allah, maka kedua matanya pun mengalirkan air mata.”

Dan ini menunjukkan bahwa dia ikhlas, dia mungkin ada ibadah takut kepada Allah, ibadah pengagungan terhadap Allah, tapi intinya dia ikhlas, karena dia sendiri. Dia menangis bukan karena dilihat orang. Kita tahu namanya tangisan itu juga bisa orang riya’ dalam tangisan. Pura-pura menangis atau sengaja membuat dia terus menangis di hadapan banyak orang. Sedangkan orang menangis tidak ada yang melihat. Dia menangis sendirian. Ini menunjukkan dia ikhlas ketika menangis tersebut. Dan ternyata Allah naungi dia pada hari kiamat kelak.

*3. Amalan duniawi bernilai pahala*

Di antara faedah keikhlasan adalah bahwa orang yang ikhlas maka amalan-amalan yang bersifat duniawi bisa mendapatkan pahala.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada Sa’ad bin Abi Waqaas:

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ

“Tidaklah engkau menginfakkan satu nafkah -dengan syarat- engkau mengharapkan wajah Allah (yaitu ikhlas), kecuali engkau akan diberi ganjaran oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan apa yang engkau suapkan ke mulut istrimu.”

Kalau kau mengharapkan wajah Allah (yaitu ikhlas), engkau akan mendapatkan pahala.

Ini luar biasa. Denga niat yang ikhlas, banyak rutinitas harian kita berpahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Misalnya kita bekerja karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita menyenangkan istri karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahkan kita suapin istri. Dan kita tahu kondisi lelaki tatkala menyuapi istrinya sedang mesra-mesranya, tidak mungkin mereka bertengkar kemudian suami menyuapi istrinya. Suami sedang menyuapi istrinya itu berarti lagi mesra-mesranya dengan istrinya, itupun kalau diniatkan karena Allah dapat pahala. Oleh karenanya tinggal main niat, kita perbaiki niat, manage hati kita, maka banyak amalan-amalan kehidupan kita sehari-hari yang bisa mendatangkan pahala. Saya bayangkan bagaimana seseorang kerja di Jakarta, kemudian dari pagi pergi ke kantor dan mungkin pulang issya’, waktu banyak di jalan. Kalau dia niatkan kerjaannya karena Allah, semoga semua apa yang dilakukan berpahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan ini di antara faedah yang agung dari kaikhlasan

Share:

Pengobatan Gratis Klinik IRC BANDUNG



IRC dirintis oleh Ir. H. Nasrul Jatnika yang sudah lama menekuni pengobatan alternatif melalui cara-cara refleksi. Selanjutnya dilakukan rekruitman tenaga-tenaga muda yang sudah terlatih, yang selanjutnya kemampuan mereka terus ditingkatkan. Dengan dibentuknya yayasan, diharapkan program IRC bisa menjangkau lapisan masyarakat secara lebih luas, serta pengelolaannya lebih bersifat profesional.


Lembaga kesehatan dimaksud adalah Ibnu Ruman Centre, atau dikenal singkatannya IRC, yang untuk pertama kalinya berlokasi dijalan Kalijati Raya no.16, Antapani, Kota Bandung. Untuk melegalisasi kegiatan oprasionalnya, IRC dikelola oleh Yayasan Bale Ibnu Ruman yang telah disahkan pendiriannya melalui Akte Notaris Iman Taufan Djamal, Nomor: 02, tertanggal 2 februari 2017. 



Tujuan didirikannya IRC :


IRC adalah lembaga nirlaba yang pada dasarnya beraktivitas untuk ikut serta mensejahterakan masyarakat. Nama Ibnu Ruman diambil sebagai representasi dari pengembangan dan perpaduan kedokteran Barat yang menitik-beratkan pada pengobatan gejala, dengan kedokteran Timur yang menitik-beratkan pada perbaikan dan optimalisasi kerja organ. Dengan berbekal pengetahuan kedokteran dan solusi penyakit tanpa obat, maka IRC mengedepankan pencerdasan dan pendidikan kesehatan pada masyarakat agar mampu meminimalisasi penggunaan obat kimiawi dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan. 


Terciptanya kondisi masyarakat yang memahami dan mengaplikasikan cara-cara hidup sehat, melalui kemampuan yang terdapat dalam dirinya sendiri, terlepas dari ketergantungan produk kimiawi, sebagai upaya meraih kesejahteraan bersama yang berkeadilan didasarkan pada prinsip Ketuhanan. 


Jenis Pengobatan :


Berbekal pengetahuan kedokteran dan solusi penyakit tanpa obat, IRC mengedepankan pencerdasan dan pendidikan kesehatan pada masyarakat agar meminimalisasi penggunaan obat kimiawi dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan. IRC mengedepankan akupresur (totokan terhadap titik refleksi) sebagai bagian terapi yang utama. Selain itu, juga mengembangkan perpaduan pengobatan cara nabi atau bekam dengan akupuntur, terapi lintah, terapi sengat lebah, terapi suhu, dan kiropraktik sebagai solusi pemulihan kesehatan pasien. Adapun obat herbal ataupun obat sintetik lainnya hanya dijadikan sebagai alternatif terakhir untuk menanggulangi masalah kesehatan pada pasien dengan cara holistik. Rincian cara pengobatan yang kami lakukan meliputi:


1. Akupresur 

2. Bekam

3. Akupuntur 

4. Terapi Lintah 

5. Terapi Sengat Lebah 

6. Kiropraktik 

7. Terapi Suhu  


Pasen yang datang berkunjung per harinya sekitar 200 orang, dengan bermacam keluhan. Tidak hanya yang beralamat di Bandung Raya dan seputarnya, melainkan juga dari kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat, bahkan ada yang lintas provinsi. 


Dukungan :


Untuk melaksakan kegiatan operasionalnya, IRC mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik yang berupa materi maupun yang nonmateri. Semua itu diserahkan atas dasar kepercayaan dan keikhlasan, sebagai bukti sumbangsih bagi terwujudnya kesejahteraan umat manusia.

Share:

7 Ciri-ciri Asam Urat (Gout Arthritis)

 


Apa itu asam urat?

Asam urat atau gout arthritis adalah peradangan atau nyeri pada sendi (Arthritis) yang disebabkan adanya penumpukan kristal. Kristal tersebut adalah monosodium urate yang mengendap di sekitar sendi, sehingga timbul rasa sakit. Ini terjadi karena tingginya kadar asam urat dalam darah (Hiperurisemia). 

Kadar asam urat yang tinggi berasal dari purin. Purin bisa didapat dari makanan atau minuman yang sering dikonsumsi. Makanan atau minuman dengan tinggi purin antara lain seperti alkohol, daging domba, bacon, jeroan, daging merah, serta ikan dan makanan laut lainnya seperti udang, ikan sarden, lobster.

Selain makanan, faktor lain yang membuat Anda terkena asam urat adalah genetik dan komplikasi akibat penyakit lain, seperti diabetes dan batu ginjal yang disebabkan tingginya kadar asam urat.

7 ciri-ciri asam urat yang jarang disadari

Banyak orang yang tidak menyadari gejala asam urat karena sulit untuk dideteksi apabila tidak ada pemeriksaan dari dokter sebelumnya. 

Sebelum bertambah parah, yuk ketahui ciri-ciri asam urat yang mungkin dapat Anda rasakan. 

1. Rasa nyeri di jempol kaki

Asam urat umumnya menimbulkan gejala rasa sakit di dekat jempol kaki. Penyebabnya sangatlah tidak jelas, bisa jadi dari makanan yang dikonsumsi, penyakit bawaan, atau metabolisme yang tidak seimbang. 

Asam urat cukup sensitif terhadap perubahan suhu. Inilah alasan mengapa kristal asam urat yang tidak dapat dipecah dan menumpuk itu berkumpul di jempol kaki, karena suhu yang dingin dan jauh dari jantung. Kristal tersebut mengendap dan membengkak seiring waktu tanpa Anda sadari. 

2. Nyeri pada pergelangan tangan dan kaki, lutut, serta siku

Selain jempol kaki menjadi tempat bermuara asam urat, pembengkakan dan rasa nyeri dapat terjadi di sekitar pergelangan tangan dan kaki, lutut, serta siku. Perlu diketahui bahwa asam urat dapat menyerang pada sekitar sendi. 

Nyeri sendi karena asam urat umumnya terjadi di sekitar lutut, namun tidak menutup kemungkinan untuk menyebar di persendian lainnya. Gejala nyeri bisa hampir serupa dengan rheumatoid arthritis (RA). 

Untuk mengetahui apakah hanya nyeri sendi biasa, atau gejala asam urat, periksakan ke dokter ya!

3. Terasa sakit dan nyeri pada malam hari

Salah satu ciri asam urat yang perlu Sahabat MIKA sadari adalah rasa nyeri di malam hari. Terdapat beragam faktor yang membuat kaki atau pergelangan tangan Anda sakit:

a. Perubahan suhu yang lebih rendah pada malam hari, sehingga mendorong asam urat untuk membentuk kristal yang menimbulkan rasa sakit. 

b. Faktor karbon dioksida yang tidak dikeluarkan secara ekstra selama tidur dapat meningkatkan tingkat keasaman darah. Alhasil memicu produksi asam urat. 

c. Faktor sleep apnea yang diderita oleh Anda. Menurut Arthritis Research and Therapy, penderita sleep apnea berpotensi 1,86 kali untuk memiliki asam urat. Namun, bisa didukung oleh faktor lain, seperti usia yang lebih tua, jenis kelamin laki-laki, indeks masa tubuh (BMI) memasuki level obesitas. 

4. Nyeri tiba-tiba, datang dan pergi kapan saja

Di samping rasa nyeri yang sering terjadi di malam hari, asam urat membuat Anda menjadi terganggu saat tidur malam. Anda sering terbangun dengan rasa sakit yang hebat. Kemudian, Anda tidak bisa merasakan rasa nyeri asam urat dalam waktu yang cukup lama, sehingga Anda menganggapnya seperti tidak terjadi apa-apa. 

Banyak pasien asam urat yang mengeluhkan rasa sakit yang semakin parah karena mengabaikan gejala ini. Memang, tanda asam urat bisa hilang dengan sendirinya, namun tidak menutup kemungkinan di waktu tertentu akan timbul kembali gejala ini. 

Maka dari itu, mulai periksakan ke dokter jika persendian Anda mulai terasa sakit dan mengganggu aktivitas, meskipun sudah menghilang sejak lama. 

5. Demam dan menggigil

Demam, menggigil, tubuh lemas luar biasa seperti Anda terkena flu menjadi gejala awal asam urat pada umumnya. Nah, kristal asam urat yang menumpuk akan melepas protein sitokin. 

Sitokin berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh. Apabila sitokin terlepas, dampaknya daya tahan tubuh menurun diikuti dengan radang sendi. Demam dan menggigil sendiri untuk melawan infeksi dan menaikkan suhu tubuh. 

6. Adanya benjolan yang membengkak

Kristal asam urat yang membengkak dan tidak diobati segera menyebabkan timbulnya benjolan, bisa di jempol kaki maupun bagian tubuh yang dekat dengan sendi. Benjolan ini disebut dengan tophi. 

Namun, benjolan tophi ini bisa mengecil bahkan hilang dengan pengobatan yang benar. 

7. Keluhan pada ginjal

Asam urat menyebabkan komplikasi pada penyakit lain jika lama dibiarkan. Salah satunya batu ginjal. 

Asam urat menghasilkan kristal yang mengendap pada kaki atau persendian. Tetapi, asam urat yang parah akan mengalirkan kristal tersebut ke ginjal Anda, sehingga menumpuk sebagai batu ginjal.


Share:

Iklan

Iklan